Kamis, 26 Mei 2016

[RESENSI] THE MAGIC THIEF: LOST by SARAH PRINEAS


"MENYELAMATKAN SIHIR"
(The Magic Thief Series #2)
Text copyright © 2009 by Sarah Prineas
Illustrations copyright © 2009 by Antonio Javier Caparo
Penerbit: PT. Bhuana Ilmu Populer
Penerjemah: Diana Angelica
Cetakan pertama: 2010
ISBN 13: 978-979-074-329-8
312 hlm


S I N O P S I S

Jangan mencampur api dengan sihir!
Sebenarnya Conn tahu mencampur api dengan sihir itu berbahaya. Kata Nevery, campuran itu bisa meledak. Lagi pula ada masalah gawat yang perlu ditangani, yaitu makhluk jahat yang menyerang Wellmet. Tapi Conn keras kepala. Setiap kali membuat ledakan, dia mendengar bisikan yang membuatnya penasaran. Karena tidak ada yang perduli, dia bertindak sendiri. Perjalanan mempertemukannya dengan Raja Sihir yang sangat kuat, bahkan melebihi imajinasinya.




R E S E N S I
  
Setelah kehilangan Locus Magicalicusnya, Conn harus memikirkan cara untuk berkomunikasi dengan sihir--ia masih yakin bahwa sihir itu makhluk hidup dan mantra sihir adalah bahasanya. Piroteknik satu-satunya cara--Piroteknik adalah ilmu yang mempelajari tentang ledakan. Namun hal itu dilarang.

Di sisi lain, Wellmet sedang diteror. Muncul gangguan dari Bayangan atau warga Twilight menyebutnya Si Jahat. Mereka muncul di malam hari, membunuh, dan membuat mangsanya membatu. Conn tidak bisa tinggal diam. Ia tahu sihir sedang ketakutan. Satu-satunya cara untuk berkomunikasi dengan sihir adalah melalui piroteknik. Namun Nevery melarang keras hal itu. Sanggupkah Conn berkomunikasi dengan sihir dan menyelamatkan Wellmet dari Bayangan?

Bayangan di sini mengingatkan pada sosok Dementor dalam seri Harry Potter. Sosok makhluk melayang yang takut pada cahaya. Bedanya, Dementor hanya menghisap kebahagiaan sedangkan Bayangan langsung membunuhmu. Lalu ada Raja Jaggus yang mengingatkan pada Sang Lord Voldemort. Sosok yang luar biasa cerdas, namun begitu kesepian dan terlupakan. Nasib yang sama dialami Conn sebelum ia bertemu dengan Nevery, Benet, dan Rowan--alasan yang membuat Conn bisa melawan tarikan sihir jahat Arhionvar dan mengalahkannya. 
Setiap pencuri tahu, ketika berencana untuk mencari sesuatu, bahwa hal pertama yang harus kau lakukan adalah menemukan jalan keluar lain dari tempat yang kau masuki. Jadi, jika rencana tidak berjalan dengan lancar, seperti gagal mengambil benda yang kau incar, setidaknya kau tidak tertangkap. (hlm 265)
Secara keseluruhan, petualangan Conn memang berbeda. Penyihir yang menyelamatkan sihir. Namun tokoh-tokoh yang ditampilkan--entah hanya saya yang merasa atau memang Anda juga merasakan--tak bisa lepas dari bayang-bayang Harry Potter.

Sisi baiknya, sosok Conn mengajarkan kita bahwa kita bisa melakukan apa pun asalkan kita mau berusaha sepenuh hati. Serta jangan memilih-milih dalam memberikan pertolongan, tak perduli dengan orang yang baik ataupun orang yang pernah berbuat jahat pada kita.

Untuk terjemahannya, saya suka. Saya bisa menikmati setiap kata dalam membacanya. Typo-pun membaik bila dibandingkan dengan buku sebelumnya.
  

C O V E R - L A I N






RATTING 3 of 5


<< SARAH PRINEAS >>
THE MAGIC THIEF: FOUND >>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Blogger templates

Comments

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *